Postingan

TABE TUAN PANDITA : Hidup & Misi Johann Heinrich Barnstein (1802-1863)

Gambar
  TABE TUAN PANDITA: Hidup & Misi Johann Heinrich Barnstein (1802–1863) menghadirkan kisah penting tentang sejarah Kalimantan pada awal abad ke-19. Pada sekitar tahun 1830-an, seorang misionaris asal Jerman bernama Johann Heinrich Barnstein datang ke wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk memperkenalkan agama Kristen kepada masyarakat Dayak, Tionghoa, dan Melayu di kawasan Kesultanan Banjar. Perjalanan awal Barnstein membuka jalan bagi hadirnya banyak misionaris lain yang kemudian berkarya di berbagai wilayah Kalimantan. Mereka berpusat di Banjarmasin, lalu menyusuri Sungai Barito, Sungai Kapuas, hingga Sungai Kahayan—jauh sebelum pecahnya Perang Banjar pada tahun 1859. Pada tahun-tahun berikutnya, terutama menjelang abad ke-20, semakin banyak rekan Barnstein yang melakukan pelayanan hingga ke pedalaman. Mereka tidak hanya menyebarkan ajaran Kristen kepada masyarakat Dayak, tetapi juga mendirikan sekolah, mengajarkan keterampilan kesehatan, tata busana, serta...

DINAMIKA PENDUDUK DAN KETAHANAN PANGAN

Gambar
Buku ini membahas hubungan erat antara dinamika penduduk dan ketahanan pangan di Indonesia dengan menempatkan pangan—khususnya beras—sebagai kebutuhan paling dasar manusia, sebagaimana dijelaskan dalam teori hierarki kebutuhan Maslow. Kecukupan pangan bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga pondasi biologis, psikologis, dan sosial bagi pembangunan manusia dan bangsa. Melalui perspektif historis—terutama pemikiran Soekarno dan Malthus—serta data kependudukan dan konsumsi beras dari tahun 1960 hingga 2025, ditunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk yang pesat harus diimbangi dengan ketersediaan pangan yang memadai. Ketahanan pangan berpengaruh langsung terhadap kualitas penduduk, mulai dari kesehatan, pendidikan, dan produktivitas, hingga stabilitas sosial dan politik. Oleh karena itu, kedaulatan pangan dipandang sebagai syarat utama kemajuan bangsa, karena hanya masyarakat yang kebutuhan dasarnya terpenuhi yang mampu berkembang menuju produktivitas, kesejahteraan, dan aktualisasi diri...

DAYAK JAWATN: Meneguhkan Identitas, Melindungi Wilayah Adat

Gambar
Buku Dayak Jawatn: Meneguhkan Identitas, Melindungi Wilayah Adat menguraikan keberadaan Masyarakat Adat Dayak Jawatn sebagai komunitas pribumi tua di sepanjang Sungai Sekadau, khususnya di aliran Sungai Ntorap. Berangkat dari tradisi lisan, jejak migrasi leluhur dari Labai Lawai, serta catatan sejarah kolonial, buku ini menegaskan bahwa orang Jawatn memiliki legitimasi historis, kultural, dan spiritual yang kuat atas wilayah adatnya. Identitas mereka terbentuk melalui proses panjang sejak perpindahan leluhur hingga pembentukan kampokng, disertai sistem adat, hukum adat, bahasa, serta kelembagaan tradisional yang menjaga keteraturan sosial. Di tengah tekanan modernisasi dan ekspansi konsesi yang mengancam wilayah adat ±18.000 hektar, masyarakat Jawatn tetap menunjukkan daya tahan dalam mempertahankan kedaulatan budaya dan hak kolektifnya. Ditulis oleh Vinsensius Vermy, buku ini merupakan refleksi sekaligus instrumen perjuangan untuk mendokumentasikan identitas dan hak-hak Masyarakat A...

BINGKAI SEJARAH DAN PERADABAN SENI BUDAYA DAYAK KALIMANTAN TENGAH

Gambar
B ingkai Sejarah dan Peradaban Seni Budaya Suku Dayak Kalimantan Tengah Buku ini mengajak pembaca menelusuri proses terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah di tengah kuatnya arus budaya masyarakat Dayak. Tidak hanya membahas sejarah Kalimantan Tengah dan posisi Dayak di dalamnya, buku ini juga mengupas peradaban seni budaya Dayak secara menyeluruh—mulai dari bagaimana sebuah karya budaya lahir hingga unsur-unsur yang membentuknya. Juga mengulas nyanyian tradisional, mantera, tarian, alat musik, hingga seni ukir dan seni bangunan khas Dayak, termasuk berbagai kelompok Dayak di Kalimantan, dengan prioritas kelompok Dayak di Kalimantan Tengah. Ditulis oleh Hana Pertiwi , seorang pengajar di FKIP Universitas Palangka Raya , buku ini merupakan bagian dari dedikasinya dalam melestarikan budaya Dayak. Sebelumnya, ia juga telah menulis berbagai buku tentang bahasa dan folklor Dayak Ngaju. 📘 Spesifikasi Buku: Ukuran: 15 x 21 cm Tebal: 198 halaman Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki buk...

CORNELIS LURAN - Menjawab Panggilan Leluhur

Gambar
 CORNELIS LURAN - Menjawab Panggilan Leluhur Buku ini menarasikan kehidupan Cornelis Luran, seorang politisi Dayak awal abad XX. Luran adalah sekretaris Pakat Dayak yang berdiri tahun 1938. Selain memperjuangkan pendidikan, ekonomi dan gerakan literasi bagi orang Dayak, Pakat Dayak juga aktif berpolitik dengan memperjuangan tersedianya utusan orang Dayak di Volkstraad (Parlement).  Ketika Indonesia terbentuk dan Kalimantan menjadi bagian dari Indonesia, Luran juga memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah – bahkan dengan mendukung Gerakan Mandau Talawang Pancasila (GMTPS). GMTPS adalah gerakan bersenjata yang mendukung terbentuknya provinsi Kalimantan Tengah, tatkala perjuangan orang Dayak untuk memiliki provinsi sendiri hampir gagal. Luran adalah sosok penting dalam pergerakan Dayak dari masa kolonial sampai Indonesia. Seorang pemikir dan aktivis lapangan yang bergerak dengan tekad. Organisasi yang dikelola Luran, yakni Pakat Dayak adalah jembatan intelektu...

KISAH PARA MARTIR GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS

Gambar
Buku ini berkisah tentang para martir Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), yang ditulis oleh para pendeta dan sejarawan GKE: Hadi Saputra, Sudianto, Kinurung Maleh, Gunedi, dan Triotama . Para martir ini berkarya pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, menembus kerasnya hutan Kalimantan demi mewartakan Injil. Mereka tidak hanya menghadapi alam yang ekstrem, tetapi juga situasi politik yang keras serta budaya setempat yang pada masa itu belum sepenuhnya bersahabat. Kesetiaan pada panggilan penginjilan membuat mereka bertahan hingga akhirnya menjadi martir. Dari kemartiran itulah tumbuh benih-benih iman baru. Pengorbanan para penginjil ini melahirkan generasi penerus dan membentuk komunitas Kristen dari kalangan masyarakat Dayak, yang kemudian dikenal sebagai Gereja Kalimantan Evangelis . Lebih dari sekadar catatan sejarah gereja, buku ini menghadirkan kisah iman, pergulatan, dan lahirnya sebuah komunitas yang berakar kuat dalam sejarah Kalimantan dan tanah Borneo. Spesifikasi Buku Uk...

Pengurus Sayap Literasi DPN ICDN Lakukan Salam Literasi

Gambar
Senin, 10 November 2025 — bertepatan dengan Hari Pahlawan , pengurus Sayap Literasi DPN Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) , yakni Elisae Sumandie dan Damianus Siyok , menyerahkan 11 judul buku kepada Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat . Kesebelas judul buku yang diserahkan adalah sebagai berikut: Amirue Roh Kudus – Sejarah Perjumpaan Ulun Maanyan dengan Kekristenan Kamus Dayak Tujuh Bahasa dan Sejarah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional Pertanian di Tanah Dayak – Dari Perladangan ke Agroforestry Manusia Sungai Dayak Kecil – Narasi tentang Penghuni Kapuas Murung Abad ke-19 Berdasarkan Catatan Schwaner Orang Barito Abad XIX – Narasi tentang Penghuni Batang Barito Berdasarkan Catatan Para Penjelajah Mula-Mula Secercah Cahaya di Pucuk Hutan Borneo – Kumpulan Puisi Hana Pertiwi Folklor Daerah Suku Dayak Ngaju Manggatang Utus – Damang Sahari Andung dalam Perjuangan Pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah Betang Baru – Upay...