Mutiara Muara Mea
Novel "Mutiara Muara Mea" karya Sepmiwawalma mengangkat kisah inspiratif tentang Mutiara (Tiara), seorang mahasiswi Sastra Inggris sekaligus putri juru kunci Rumah Betang Olo Lio di Desa Muara Mea, Barito Utara. Di tengah ancaman kepunahan bahasa leluhurnya akibat modernisasi, Tiara berjuang menyusun kamus trilingual (Tawoyan–Indonesia–Inggris) di Yogyakarta. Perjuangan sunyi ini mempertemukannya dengan Arkan, seorang pengusaha rotan berkelanjutan yang terpesona oleh filosofi lokal dan tergerak mendanai pencetakan fisik kamus tersebut untuk didistribusikan ke berbagai sekolah. Puncak perjalanan cerita berlanjut saat Tiara, Aris, dan Arkan melakukan ekspedisi langsung ke pedalaman Muara Mea. Di bawah naungan Rumah Betang Olo Lio, mereka merajut kisah pelestarian budaya, literasi masyarakat adat, serta benih-benih cinta tulus di tengah tantangan zaman. Novel ini tidak hanya menyajikan drama humanis yang menyentuh hati, tetapi juga menjadi monumen penting bagi upaya pelestaria...